BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

31 Maret 2010

How men change




After 6 weeks: I looo-ve you, I love you, I love you!
After 6 months: Of course, I love you.
After 6 years: GOD, if I didn't love you, then why did I marry you?

Back from Work:


After 6 weeks: Honey, I'm home!
After 6 months: I'm BACK!!
After 6 years: Have you cooked yet?

Phone Ringing:


After 6 weeks: Baby, somebody wants you on the phone.
After 6 months: Here, it's for you.
After 6 years: ANSWER THE PHONE DAM*T!!

Cooking:


After 6 weeks: I never knew food could taste so good!
After 6 months: What are we having for dinner tonight?
After 6 years: DUMPLING AGAIN??

New Dress:


After 6 weeks: Wow, you look like an angel in that dress.
After 6 months: You bought a new dress again?
After 6 years: How much did THAT cost me?

TV:


After 6 weeks: Baby, what would you like us to watch tonight?
After 6 months: I like this movie.
After 6 years: I'm going to watch PIRATES play, if you're not in the mood, go to bed, I can stay up by myself!

Making Love:


After 6 weeks: Baby, I want you tonight?
After 6 months: Lets make another baby, my mother just called!!!
After 6 years: Please MOVE over to your side, I'm suffocating here!!!!

Sendang / m'Belik Gupit Gancahan


Foto Belik Gupit Desember 2009

Belik... kalau diucapkan dalam lidah Jawa menjadi " mBelik " merupakan sebuah sendang kecil yang memiliki mata air atau " Tuk Umbul " . Sumber air ini sangat bening dan tidak pernah berhenti di segala musim. Di sekitar mata air ini biasanya dibuatkan bendungan kecil agar airnya tertampung dan digunakan oleh warga sekitar untuk aktivitas dalam kehidupan sehari-hari..... mulai mandi, mencuci, memasak dan lain sebagainya, sedangkan aliran airnya disalurkan ke Kali untuk digunakan sebagai irigasi sawah-sawah yang berada di sekitarnya . . . . . . .

Di sebelah timur desa Gancahan VI Kel. Sidomulyo Kec. Godean Kab. Sleman Yogyakarta, ada sebuah Belik yang bernama " Belik Gupit ", tepatnya di depan rumah " Alm. Mbah Karsodikromo". Belik Gupit menjadi salah satu tempat beraktivitasnya warga sekitar Gancahan VI. Mulai dari anak kecil sampai orang tua, sering menggunakan air Belik ini untuk keperluan sehari-hari.

Sejenak saya menerawang jauh ke masa lalu untuk mengingat-ingat memori apa yang tersimpan di Belik ini. Yaaa.... sewaktu kecil aku sering mandi di belik ini.. Sepulang sekolah aku sering mampir di rumah Pak Uwo (sebutan Alm. Mbah Karsodikromo) untuk sekedar bermain sambil melepaskan lelah setelah seharian disibukkan dengan urusan belajar. Kuparkir sepeda Mini'ku warna Biru tepat di depan rumah Pak Uwo. Sambil melepaskan tas punggung yang berat berisi buku-buku, bergegas aku lari menghampiri Pak Uwo yang sedang duduk di Kursi Kayu kesayangannya. Tak lupa ritual cium tangan aku lakukan sebagai wujud penghormatan dan penghargaan yang tulus kepada Eyang pepundenku, dan tak bisa kulupa Pak Uwo mengelus rambutku yang dulunya Kriting/ikal.

" Kamu udah pulang sekolah Wo " ( waktu kecil aku dipanggil Bowo )..... kata Pak Uwo... "Udah Mbah"... sahutku sambil meletakkan Tas punggung di bangku kosong sebelah Pak Uwo. " "Sana makan dulu, bulikmu sudah menyiapkan makan siang "... "aku belum laper Mbah, aku mau langsung mandi di Mbelik dulu ah"... sahutku.... Segera aku lepas sepatu dan bergegas menuju Mbelik Gupit untuk mandi....

Alangkah beingnya air Belik ini..... dasar belik sampai kelihatan jelas sekali, ikan-ikan wader dan cethul berenang kesana kemari... seolah mengajak aku untuk segera nyebur ke Belik... Kubasuh mukaku terlebih dahulu... Sungguh segar rasanya.... lalu aku melepas seluruh pakaian ... dan berendam di belik .... serasa kenikmatan yang tiada tara.... Badanku terasa segar kembali.... berluang kali kutenggelamkan kepalaku sambil menyeka seluruh badanku .... tak terasa sudah 30 menit aku berendam disitu..... enggan rasanya untuk menyudahi acara mandi siangku....

Mbelik Gupit sampai sekarang masih terus mengeluarkan sumber air.... dan saat ini sudah dibangun bendungan permanen..... sehingga semakin indah dan asri. Bahkan di malam-malam tertentu banyak warga dari luar kampung untuk melakukan ritual tertentu dengan berendam disitu semalaman. Bahkan kabarnya air Belik Gupit mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit dan membuat awet muda....

Rumor itu memang ada benarnya.... terbukti Mbak Kariyo ( Adiknya Pak Uwo ) saat ini umurnya sudah 90'an tahun, tetapi badannya masih sehat segar bugar.... giginya masih lengkap, biacara masih jelas dan ingatannya masih baik. Setelah saya tanya, ternyata rahasianya setiap hari mandi di Belik Gupit. Wah... percaya tidak percaya sih.... sebab Umur, Rejeki dan Mati adalah rahasia Tuhan.... kita manusia tidak berhak mempercayai sesuatu selain kepada-Nya.

Terlepas dari semua itu, mbelik Gupit menyimpan kenangan indah yang tidak bisa aku lupakan sampai kapanpun.....





Video Belik Gupit dan suasana rumah Alm. Mbah Karso Dikromo






Penampakan Belik Gupit Januari 2014


Videonya juga nich.....

24 Maret 2010

Pisces




Pisces..... katanya selalu kurang beruntung dalam urusan asmara......

Katanya sering disakiti oleh lawan jenis, sering gonta-ganti pacar.... dan banyak predikat-predikat jelek yang melekat di Zodiak Pisces..... what ever lah.... i don't care.....

Btw dari pengalaman hidup yg kujalani selama 34 tahun..... rasa-rasanya bener juga tentang rumor itu.... berkali-kali aku dikecewakan... berkali-kali aku dikhianati ... yang justru membuat aku menjadi kuat dlm menghadapi berbagai cobaan hidup...... walau harus jatuh bangun dalam kehidupan karena kepedihan dan kepahitan .... namun aku berhasil melampauinya ......


Dalam menghadapin ujian....dibilang sukses sih tidak.... soalnya ujiannya terlalu berat... sukar diterima oleh akal sehatku..... bahkan aku pernah Protes pada Tuhan.... kok nasibku seperti ini sih ??? Kenapa takdirku begitu menyedihkan ????


Namun aksi protes ini tidak berlangsung lama.... setelah aku menyadari... siapakah aku ini... betapa kecilnya aku dihadapan-Nya.... aku bagaikan sebutir debu .... tak ada artinya apa2....

Justru aku semakin menyadari betapa Tuhan sayang padaku..... terbukti ketika aku remuk... bahkan hancur berkeping2 .... Dia dengan sabar... membentuk aku menjadi sebuah bejana yang baru... yang lebih sempurna dari yang sebelumnya.... Oh... Thanks God.... Engkau begitu Baik.. Sangat Baik dan selalu Baik padaku....



15 Desember 2009


Sekarang lemu.....


lemune puwol....


gayamu...!!!!


Makan lesehan di Jonggol


Minum dawet...




Acara Natal di Rumah Pak Pardjo ( Dukuh Gancahan V )
Jaman belon ada pabrik Handbody....... kakinya kyk singkong bakar


Pingin kembali ke masa kecil yg penuh dengan kebahagiaan




Jaman susah pingin jadi Model..... ngga laku.... adanya model untuk majalah flora fauna..... hiks


Satria Bergitar, personel Soneta Group


Kelas 2 SMA baru2nya punya motor Suzuki Crystal


Perguruan Silat SH Harimau Naga Wilis..... dibawah pimpinan Romo Pramudji Eko Djati

Hoby pencak sejak SMP......


...... cari kerja serabutan.... wartawan independen...... tp Kantornya tutup.... akhirnya nganggur lagi......



Mejeng... bareng Taruna ... cita2 yang pudar.....


Bersama bolo kurowo..... yang ngangenin....


Taon 98..... masih kurus ya ??? Belajar kerja kantoran.....


20 November 2009

Moncrot Poloku

31 Juli 2009

Midangetaken JCo

30 Juni 2009

Ngayogjokarto Hadiningrat

24 Juni 2009

Dolanan Benthik

22 Juni 2009

Kecamatan Godean

Godean adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kecamatan Godean berada di sekitar 10 km sebelah Barat daya dari Ibukota Kabupaten Sleman. Lokasi ibu kota kecamatan Godean di Jl. Godean Km.10, Sleman berada di 7.76774‘ LS dan 110.29336‘ BT. Kecamatan Godean mempunyai luas wilayah 2.684 Ha. Bentangan wilayah di Kecamatan Godean berupa tanah yang datar dan sedikit berbukit. Sudah sejak lama Wilayah Godean merupakan pusat ekonomi bagi wilayah Sleman bagian barat. Pasar Godean merupakan salah satu Pasar yang cukup ramai, dan terkenal dengan jajanan peyek belut.

Secara sejarah administrasi pemerintahan, Kecamatan Godean telah mengalami berbagai macam perubahan. Berdasarkan Rijksblad no. 11 tahun 1916, Godean merupakan distrik dibawah wilayah Kabupaten Sleman yang terdiri dari 8 onderdistrik dan 55 kalurahan. Yang kemudian berubah dengan keluarnya Rijksblad no. 1/1927 yang membuat Godean dan semua wilayah Kabupaten Sleman masuk dalam wilayah Kabupaten Yogyakarta. Pada tahun 1940, kembali terjadi perubahan yang membuat Godean kembali masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. Pembagian wilayah tersebut tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1942 dengan Jogjakarta Kooti, Godean kemudian menjadi wilayah Kabupaten Bantul dengan status Kawedanan. Pada tanggal 8 April 1945 Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan penataan kembali wilayah Kasultanan Yogyakarta melalui Jogjakarta Koorei angka 2 (dua) yang menempatkan wilayah Godean sebagai bagian Kabupaten Sleman dengan status Kapanewon (Son). Meski demikian beberapa wilayah di Godean seperti Sedayu tetap masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul.